Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2016

Membongkar Rahasia Menanam Singkong Yang Sukses, Ikuti Langkahnya

Cara menanam singkong yang benar agar berbuah banyak - Singkong merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang kerap kita jumpai di daerah pertanian. Tanaman singkong merupakan bahan dasar pembuat tepung, dan juga banyak dikonsumsi sebagai bahan makanan bagi beberapa kalangan masyarakat seperti tiwul, singkong rebus, tape singkong, gatot, getuk, dan masih banyak lagi.
Tanaman singkong mungkin tidak memiliki harga yang tinggi seperti tanaman pertanian lainnya seperti jagung namun bagi sebagian petani, tanaman singkong masih menjadi pilihan untuk dibudidayakan karena biaya perwatan yang cukup murah dibanding tanaman lainnya.



Beberapa keunggulan tanaman singkong dibanding tanaman pertanian lain adalah sebagai berikut:
  1. Daya tahan terhadap penyakit lebih kuat
  2. Dapat bertahan hidup pada cuaca panas
  3. Masa panen yang relatif lama sehingga bisa dijadikan untuk lumbung
  4. Hampir semua bagian dari singkong dapat dimanfaatkan
Singkong memiliki 2 jenis secara umum yaitu Singkong manis dan singkong pahit. Singkong manis dapat dikonsumsi atau dibuat makanan, singkong pahit harus hati-hati dalam mengolahnya. Jika tidak mengetahui cara mengolah yang benar, singkong pahit dapat meracuni karena kandungan sianida pada singkong.

Budidaya singkong dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan stek, namun biasanya yang dilakukan masyarakat adalah menggunakan metode stek batang. Untuk menanam singkong secara benar dapat dilakukan dengan beberpa cara berikut.

1. Menyiapkan Lahan Tanam Untuk Singkong Agar Gembur dan Subur


Untuk menghasilkan buah yang banyak dan berukuran besar, tanaman singkong harus memiliki ruang untuk akar-akarnya tumbuh. Oleh karena itu dalam menyiapkan lahan tanam harus dilakukan penggemburan. Penggemburran lahan tanam singkong dapat menggunakan cangkul (kapasitas tanam sedikit) atau menggunakan bajak/traktor (untuk kapasitas pertanian/industri). 

Lahan yang sudah digemburkan dapat ditaburi pupuk kandang untuk menambah unsur hara tanah dan menjadi nutrisi bagi tanaman untuk tumbuh subur. Tambahkan kapur jika tanah asam, karena singkong akan tumbuh baik pada derajat keasaman tanah netral (pH: 5-8)

2. Menyiapkan Bibit Singkong dari Jenis Singkong Pilihan

Dalam menyiapkan bibit singkong, dapat dilakukan dengan memotong batang singkong menjadi beberapa potongan dengan ukuran panjang sekitar 20cm. Batang singkong dapat dipotong lurus juga dapat dipotong miring.
bibit singkong
Batang singkong tang telah dipotong-potong

3. Melakukan Penanaman Menanam Bibit Singkong

Bibit yang telah dipotong dapat langsung ditanam ke lahan pertanian, tanamlah bibit singkong dengan jarak 60 cm x 80cm (60cm jarak bibit dengan bibit yang lain : 80cm jarak antar lajur/kolom). dalam menanam bibit singkong yang harus diperhatikan adalah arah tunas, jangan sampai terbalik.

Kita dapat melihat arah tunas di dekat buku-buku atau tonjolan bekas daun singkong yang lepas. Pada posisi tersebit dapat terlihat anak tunas (sering disebut mata). Pastikan anak tunas menghadap ke atas, agar tidak tumbuh terbalik.
4. Melakukann Perawatan Pada Tanaman Singkong

Tanaman singkong harus dirawat untuk memperoleh ubi yang banyak dan berbobot, cara melakukan perawatan tanaman singkong dapat dilakukan dengan melakukan pemupukan pada 3minggu-4minggu pertama atau setelah singkong sudah mengeluarkan tunas dengan memiliki daun sekitar 5-7 helai. Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia (Urue, TSP, KCl) dengan takaran disesuaikan dengan petunjuk yang tertera di karung pupuk.

Selain melakukan pemupukan, lakukan juga penyiangan atau membersihkan gulma dan rumput-rumput yang mengganggu. Lakukan penyulaman pada bibit yang tidak tumbuh dan ambruk.

Pemupukan juga bisa dilakukan pada bulan ke 5 dari penanaman agar ubi dapat lebih besar saat dipanen. Namun biasanya hanya menggunakan urea saja.

5. Masa Singkong Siap Panen

Tanaman singkong pada umumnya dapat dipanen pada usia sekitar 7-8 bulan dari penanaman. Namun seiring dengan bertambahnya teknologi yang dapat menghasilkan varietas baru, ada singkong yang dapat dipanen pada bulan ke 5 dari penanaman.Ciri-ciri tanaman singkong siap dipanen adalah daun-daun sudah mulai sedikit karena rontok, ubi singkong sudah besar (dapat dilihat dengan menggali tanah pada bagian ubi).

Lakukan pemanenan dengan cara mencabut singkong secara manual, tanah yang gembur tadi tentunya akan sangat membantu mengurangi ubi singkong tertinggal saat dicabut. Singkong dapat dipanen secara serentak. Pisahkan ubi dari pohon dengan cara memotong dengan menggunakan parang/golok pada bagian pangkal ubi (jangan sampai terkena ubinya).

6. Pembersihan Lahan Setelah Panen

Kumpulkan semua batang singkong yang tersisa untuk membersihkan lahan agar dapat ditanami kembali. batang ubi sisa ini dapat dijadikan bibit kembali untuk penanaman selanjutnya atau dapat dibakar pada lahan pertanian/kebun tersebut untuk menjadi pupuk.

Itulah 6 langkah rahasia cara penanaman singkong yang benar agar menghasilkan panen yang banyak, biasanya yang sering dilupakan adalah bagaimana cara melakukan perawatan pada budidaya singkong yang baik dan benar sehingga tanaman singkong kekurangan nutrisi atau diserang hama.. Mari untuk membudidayakan tanaman singkong dan tanaman lainnya seperti menanam terong agar dapat menunjang perekonomian Indonesia serta budayakan menanam untuk menjadikan bumi tetap hijau....

Sumber : www.bijibersemi.com

Sabtu, 10 September 2016

5 Langkah Menanam Tomat, Langkah 4 Yang Sering Dilupakan

 
Cara Menanam Buah Tomat - Buah tomat menjadi salah satu jenis sayuran yang sudah sangat akrab dengan lidah orang Indonesia, sangat kurang rasanya jika tidak ada tomat saat membuat sayur atau sambal.

Kehadiran Buah tomat memberikan cita rasa sendiri pada masakan, baik masakan tradisional maupun masakan modern.

Buah tomat tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk bahan masakan saja, buah yang satu ini bisa digunakan untuk perawatan perawatan kecantikan wajah. Banyaknya kandungan vitamin dan antioksidan dalam buah tomat menjadikan buah ini sangat digemari masyarakat.

Sayuran, Pertanian, Cara menanam tomat yang benar, cara budidaya tomat agar berbuah banyak, tanaman tomat, Tomat, Cara melakukan perawatan tanaman tomat,


Untuk membudidayakan tanaman tomat juga terbilang cukup mudah, tanaman yang satu ini cukup baik adaptasinya terhadap lingkungan. Jika Anda berminat untuk berkebun tomat, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini.


1. Menyiapkan Lahan Tanam

Sayuran, Pertanian, Cara menanam tomat yang benar, cara budidaya tomat agar berbuah banyak, tanaman tomat, Tomat, Cara melakukan perawatan tanaman tomat,

Persiapan lahan untuk menanam tomat dilakukan dengan tujuan agar tanah gembur dan mampu untuk memberikan nutrisi pada tanaman tomat.

Jika Anda ingin menanam tomat pada kebun, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pembajakan menggunakan traktor atau menggunakan bajak sapi.

Setelah dibajak, tanah digemburkan dengan menggunakan cangkul. Pada saat penggemburan ini dilakukan juga pembentukan tegalan.

Tegalan ini berfungsi untuk menjaga agar tanaman tomat tidak tergenang air dan juga berfungsi mengatur drainase air.

Ukuran tegalan dapat dibuat dengan lebar sekitar 80 - 100 cm, ketebalan 20 - 25 cm, serta panjang menyesuaikan ukuran lahan Anda.

Buatlah tegalan serupa disebelah tegalan pertama dengan jarak 40 cm.

Taburkan pupuk kandang secara merata pada permukaan tegalan.

Jika Anda memiliki modal lebih, Anda dapat melapisi tegalan dengan pelatik mulsa yang berfungsi untuk mengurangi pertumbuhan rumput.

Jika Anda ingin menanam tomat pada polybag, maka Anda harus mengisi polybag dengan tanah subur dan gembur terlebih dahulu.

Tanah yang diisikan ke polybag juga bisa dicampur dengan pupuk kandang dan serbuk gergaji.

Sampai dengan langkah ini, Anda sudah melakukan persiapan yang baik untuk mendapatkan tanaman tomat yang subur dan dapat berbuah banyak.

2. Menyiapkan Bibit dan Melakukan Penyemaian


Langkah kedua dalam budidaya tomat ini juga perlu dilakukan dengan tekun ya Pembaca,, karena langkah ini akan menentukan kualitas tanaman tomat Anda.

Untuk menyiapkan bibit tomat yang berkualitas dimulai dengan pemilihan buah tomat berkualitas yang akan dijadikan sebagai bibit.

Buah tomat yang akan dijadikan sebagai bibit harus diambil dari buah tomat yang benar-benar matang dan memiliki kualitas baik.

Kualitas baik ditunjukkan dengan bentuknya yang sempurna dan ukurannya cukup baik.

Jika Anda ingin membuat bibit sendiri, maka ambillah buah tomat pada periode buah ke 2. Buah periode pertama biasanya ukurannya akan besar dengan bijinya memiliki bulir yang besar. Buah yang terakhir akan memiliki ukuran buah yang relatif kecil dengan bilir bijinya banyak sehingga ukuranyya kecil.

Buah tomat yang akan Anda jadikan bibit dibelah dan diambil biji-bijinya, keringkan dengan cara menjemur agar tidak ada daging buah yang tersisa pada bijinya.

Setelah biji-biji tomat sudah disiapkan, langkah selanjutnya adalah dengan membuat semaian.

Buatlah media semai dengan menggemburkan tanah dan dibentuk tegalan, ukuran tegalan cukup 1 m x 2 m jika Anda menanam dalam jumlah banyak. Jika Anda menanam daam jumlah sedikit cukup 1m x 1m.

Seperti halnya untuk menyiapkan lahan tanam, media semaian juga harus ditaburi dengan pupuk kandang secara merata. Akan lebih baik jika pemberian pupuk sembari diaduk-aduk dengan cangkul agar lebih merata.

Setelah lahan siap, langkah selanjutnya adalah menaburkan biji-biji tomat secara merata ke media semai. Kemudian taburkan tanah dengan lapisan yang tipis saja untuk menutupi bulir-bulir biji tomat.

Untuk menahan biji tomat yang disemai dari kucuran hujan atau air siraman, buatlah penutup dengan membuat para-para dengan jarak 0.5 meter dari permukaan semaian.

Para-para diberi dedaunan atau paranet untuk menjaga kelembaban media semai dan menjaga air hujan langsung mengenai biji tomat.

Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari secara rutin agar kelembabannya terjaga, penyiraman dilakukan sampai bibit tomat siap dipindahkan ke lahan tanam permanen yang sudah Anda siapkan sebelumnya.

3. Pemindahan Bibit Semaian Ke Lahan Tanam


Pemindahan bibit tomat ke lahan tanam permanen dilakukan setelah bibit tomat sudah memiliki tinggi sekitar 15cm atau usia pembibitan sekitar 30 - 40 hari sejak semai.

Penanaman tomat sebaiknya dilakukan pada sore atau pagi hari, hal ini bertujuan agar bibit tomat tidak layu terkena terik matahari.

Sebelum bibit dicabut dari lahan semaian, sebaiknya siram terlebih dahulu agar pada saat pencabutan bibit tidak mengakibatkan akar terputus.

Penanaman dilakukan dengan jarak 50 cm x 70cm. Jika Anda menggunakan mulsa, maka Anda harus membuat lubang terlebih dahulu.

Setelah penanaman dilakukan perlu disiram untuk menjaga agar tanah tetap lembab sehingga bibit tomat tidak layu.


4. Melakukan Perawatan Pada Tanaman Tomat


Sayuran, Pertanian, Cara menanam tomat yang benar, cara budidaya tomat agar berbuah banyak, tanaman tomat, Tomat, Cara melakukan perawatan tanaman tomat,

Perawatan memegang peranan penting juga terhadap keberhasilan dalam budidaya tomat, perawatan sangat diperlukan untuk menjadikan tanaman tomat tumbuh dengan subur dan mendapatkan nutrisi untuk mengeluarkan banyak buah.
Perawatan juga bisa menjadikan tanaman tomat Anda menjadi tanaman organik atau non organik itu semua tergantung Anda menggunakan pemupukan jenis apa.
Beberapa perawatan yang biasa dilakukan dalam membudidayakan tomat adalah sebagai berikut:
a. Pemupukan Pada Tanaman Tomat
Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik jika Anda menginginkan tanaman tomat organik.
Namun jika Anda ingin menanam tomat non organik maka pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kimia.
Pemupukan dengan pupuk kimia dilakukan pada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian setelah umur 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. 
Bila pada umur lebih dari 4 minggu tanaman masih terlihat kurang gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 gram per tanaman. Perhatikan, pemberian urea dan KCl jangan sampai mengenai tanaman karena bisa merusak tanaman tomat Anda. 
Berikan jarak 5-7 cm dari tanaman 
b. Penyiangan Rumput
Penyiangan rumput liar dilakukan jika Anda tidak menggunakan pelatik mulsa, jika Anda menggunakan mulsa pertumbuhan rumput dapat ditekan.
Pembersihan bertujuan untuk membasmi gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman tomat Anda..
c. Pembuatan Ajir
Pohon tomat rentan ambruk terutama jika terkena angin yang kencang, untuk menghindari hal tersebut sebaiknya beri tiang penopang (ajir).
Ajir dapat dibuat dari bambu yang dibelah-belah..
Tancapkan ajir dekat dengan pohon tomat, dan ikanlah pohon tomat ke tiang ajir...pengikatan jangan terlalu kencang agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman tomat..
d. Pembasmian Hama

Beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyerang budidaya tomat antara lain, ulat buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, nematoda, penyakit layu, bercak daun, penyakit kapang daun, bercak coklat, busuk daun dan busuk buah. 
Apabila serangannya parah, hama dan penyakit tersebut bisa disemprot dengan pestisida. Gunakan obat pembasmi hama secara bijak,sesuaikan dengan takaran yang tertera pada label. Apabila tomat yang akan digunakan untuk pasar organik, sebaiknya menggunakan pembasmi hama yang berbahan alami.
e. Penyulaman
Penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit tomat yang mati setelah ditanam, atau bibit yang memiliki pertumbuhan yang kurang.
Penyulaman dilakukan secepatnya jika sudah ada indikasi tanaman mati, sehingga bibit hasil sulaman dapat mengejar petumbuhan tomat awal.
f. Penyiraman
Pemberian air sangat mendukung pertumbuhan tanaman tomat Anda, pohon tomat memerlukan air yang banyak namun tidak berlebihan.
Lakukan penyiraman secukupnya pada pagi dan sore hari, namun saat kondisi musim hujan penyiraman dapat dikesampingkan...
5. Masa Panen Tomat
Sayuran, Pertanian, Cara menanam tomat yang benar, cara budidaya tomat agar berbuah banyak, tanaman tomat, Tomat, Cara melakukan perawatan tanaman tomat,
Masa panen tanaman tomat berkisar antara 3-4 bulan setelah tanam, tanda-tanda buah tomat siap panen ditunjukkan dengan adanya perubahan warna. Buah tomat menguning
Lakukan pemetikan buah tomat pada pagi dan sore hari agar buah tidak cepat layu,,

Itulah 5 langkah cara menanam tomat, biasanya yang sering dilupakan adalah bagaimana cara melakukan perawatan pada tanaman tomat yang baik dan benar sehingga tanaman tomat kekurangan nutrisi.. Mari untuk membudidayakan tanaman tomat dan tanaman lainnya seperti menanam cabe rawit agar dapat menunjang perekonomian Indonesia serta budayakan menanam untuk menjadikan bumi tetap hijau....

Minggu, 21 Agustus 2016

Gagal Menanam Cabe Rawit ? Tips Ini Yang Harus Dilakukan

 
Cara Menanam Cabe Rawit Yang Baik dan Benar - Menanam tanaman bisa dibilang gampang-gampang susah, tapi masih banyak gampangnya dari pada susahnya. Itu jika Anda sudah mengetahui cara-cara menanam cabe rawit yang terbukti berhasil. Sebagian masyarakat di Indonesia beranggapan bahwa menanam itu masalah cocok dan tidak cocok atau takdir "wah..si Budi tangannya memang bagus itu,kalau nanam pasti hidup..".

Yah.. anggapan-anggapan seperti itu boleh-boleh saja, yang tidak boleh adalah Anda pun ikut percaya sehingga tidak percaya diri untuk menanam, Blog ini mengajak kita semua untuk membudayakan menanam. Jenis tanaman apa saja yang dibudidayakan itu diserahkan ke pembaca. Mari kita hijaukan Bumi kita ini dengan giat menanam.

Urusan menanam bukan masalah tangan yang mujarab, bukan masalah cocok, bukan masalah dikaruniai pintar menanam. Menanam itu erat dengan tekun dan memahami tata cara menanam yang benar agar berhasil dan memperoleh panen yang banyak.

Sayuran, Cara menanam Cabe Rawit Yang Benar, Cabe Rawit, Tips budidaya Cabe rawit, Cara Agar cabe rawit berbuah banyak, Cara Menanam, Pertanian,


Hal-Hal Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menanam Cabe Rawit - Jika Anda ingin menanam Cabe Rawit baik di kebun, halaman rumah, ataupun di dalam pot atau polybag, hal yang harus Anda ketahui adalah kualitas bibit dan kualitas media tanam /tanah. Keberhasilan dalam menanam cabe rawit terletak pada hal tersebut, bagaimana cara memilih bibit cabe rawit yang berkualitas dan bagaimana menjaga kesuburan tanah atau media tanam agar tanaman cabe rawit dapat memperoleh nutrisi.

Jika Anda dapat memastikan 2 hal tersebut, maka langkah-langkah yang lain tidak perlu kerja keras. Nanti akan kita jelaskan dalam langkah-langkah cara budidaya tanaman cabe rawit :

1. Cara Anda Memilih Bibit Cabe Rawit Yang Berkualitas


Anda tinggal memilih, mau bibit cabe yang dibeli dari kios pertanian atau mau membuat bibit sendiri...

Banyak pilihan bibit cabe rawit yang dijual, Anda bisa memilih jenis cabe rawit yang seperti apa,, Namun Anda tidak dapat mengetahui kualitas sebenarnya dari biji cabe yang dibungkus itu,, 

Kualitas bibit yang bisa kita pastikan dari bibit hasil beli adalah jangan sampai bibit sudah kadaluarsa atau mendekati masa kadaluarsa...

Karena kalau sudah mendekati masa kadaluarsa, biji cabe dalam kemasan akan semakin menurun daya tumbuhnya..

Selain itu, perhatikan kemasannya...jangan memilih kemasan yang sudah ada bolong.. dikhawatirkan sudah dimasukin semut atau hewan lain yang dapat mengurangi kualitas bibit atau bahkan bibit cabe rawit dalam kemasan akan rusak...

Jangan lupa tanyakan ke penjaga toko, sesuai atau tidak karakteristik daerah Anda dengan bibit yang ada...

Pilihan yang Kedua adalah membuat bibit sendiri,,, bibit cabe dapat diperoleh dengan cara mengambil buah cabe yang sudah sangat tua..

Ingat jangan asal tua, namun ambilah buah cabe dari pohon yang sudah terbukti mempunyai kemampuan berbuah yang baik,, dan buah cabe rawit yang dijadikan bibit sebaiknya diambil dari panen yang kedua atau ketiga,, jangan buah pertama atau terakhir..

Buah pertama cenderung memiliki biji yang relatif lebih besar-besar, dan buah terakhir akan memiliki biji yang relatif lebih kecil.. 

Untuk membuat bibit sendiri, ambil buah yang sudah matang di pohon. Pastikan sudah matang semua bagian buahnya, bila perlu yang sudah mendekati mau jatuh.. Belah buah cabe dan pisahkan biji dengan kulitnya ya..

Biji-biji tadi dikumpulkan dan dijemur diterik matahari, sekitar 2-3 jam,,setelah itu letakkan pada area yang teduh namun masih mendapat hembusan angin,,kalau kata orang jawa diangin-anginkan..

Tidak cukup disitu saja,, untuk menyiapkan bibit cabe rawit perlu dilakukan penyemaian terlebih dahulu...

Buatlah media semai dengan menggemburkan tanah dan dibuat tegalan dengan ukuran 1m x 1m, taburi pupuk kandang dan aduk-aduk sampai tercampur merata...

Taburkan biji-biji cabe yang sudah disiapkan di permukaannya secara merata,,, kemudian lapisi dengan tanah,,lapisan tanah cukup tipis saja agar biji cabe tidak betaburan saat terkena hujan atau siraman air...

Tutupi dengan dedaunan dengan dibuat para-para denga  jarak sekitar 50cm dari permukaan semaian,,,

Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban media semai,,,,

Bibit cabe akan tumbuh sekitar 5-7 hari dari penyemaian,,, dan dapat dipindahkan ke lahan tanam permanen setelah mempunyai tinggi sekitar 10 - 15 cm...

Setelah bibit siap, langkah selanjutnya adalah menyiapkan lahan tanam....

2. Cara Menyiapkan Lahan Tanam untuk Cabe Rawit



Ingat,,lahan tanam memegang peranan penting dalam keberhasilan budidaya cabe rawit,, bibit yang unggul pun tidak akan mampu bertahan hidup jika kondisi tanahnya tidak subur..

Untuk membuat lokasi tanam cabe rawit, Anda perlu menggemburkan terlebih dahulu,, bisa menggunakan cangkul ataupun bajak,,jika menggunakan bajak, Anda masih perlu untuk menggemburkan lagi supaya tidak berbentuk bongkahan...

Selama menggemburkan, Anda juga bisa membentuk guludan atau tegalan...ukuran tegalan bisa dengan lebar 1 meter dan tebal 20 -30cm, untuk panjang menyesuaikan lahan yang Anda miliki...




Tegalan tidak menjadi syarat mutlak, Anda bisa juga hanya menggemburkan tanah tanpa membuat tegalan.. Hanya saja keuntungan tegalan adalah drainase air akan bagus,,Anda tidak perlu khawatir tanaman cabe rawit tergenang air...

Sayuran, Cara menanam Cabe Rawit Yang Benar, Cabe Rawit, Tips budidaya Cabe rawit, Cara Agar cabe rawit berbuah banyak, Cara Menanam, Pertanian,
 
Untuk menambah kesuburan pada lahan tanam, Anda bisa menaburkan pupuk kandang,, taburkan secara merata,,

Biarkan lahan tanam yang Anda siapkan selama 3-4 hari, jangan langsung ditanami.. hal ini bertujuan agar tanah kembali stabil setelah digemburkan....

Pada saat bibit sudah siap dipindahkan,, langkah selanjutnya adalah membuat lubang tanam dengan tugal (kayu yang diruncingkan ujungnya)..

Jarak tanam adalah 50cm x 50cm 

Anda juga bisa membuat lubang pada hari yang sama dengan penanaman bibit cabe... jadi ada yang nugal ada yang menanam.....

3. Cara Menanam Cabe Rawit Ke Lahan Tanam Yang Benar
Sayuran, Cara menanam Cabe Rawit Yang Benar, Cabe Rawit, Tips budidaya Cabe rawit, Cara Agar cabe rawit berbuah banyak, Cara Menanam, Pertanian,

Langkah ini adalah langkah yang paling mudah,, 

Untuk menanam bibit cabe rawit Anda perlu mencabut bibit-bibit hasil semaian tadi,,,
Cara mencabutnya juga harus perlahan,, agar akarnya tidak banyak yang putus... untuk memudahkannya, Anda bisa menyiram media semai terlebih dahulu sebelum bibit dicabut,,,

Cabut bibit cabe rawit semaian satu persatu dan masukkan ke dalam ember atau wadah lain,, dan bawa ke lahan tanam...

Buat lubang dengan menggunakan tugal atau Anda juga bisa membuat lubang menggunakan pisau dengan mencungkil tanahnya... 

Beri pupuk kandang sekitar satu sendok makan setiap lubang,, selanjutnya bibit cabe dapat ditanam..

Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari,,agar tidak terkena terik matahari siang,,

Setelah semua lahan tertanami, siramlah tanaman cabe tadi secara merata sebelum ditinggal pulang.... 

Cukup mudah bukan untuk menanam cabe rawit, jika langkah-langkah di atas sudah dilakukan dengan benar, maka yang perlu dilakukan adalah perawatan pada tanaman cabe rawit..Namun, kunci keberhasilan menanam cabe rawit sudah Anda lakukan pada tahap ini,, bah wa dengan pemilihan bibit cabe yang berkualitas dan ditunjang kesuburan lahan tanam akan sangat membantu dalam keberhasilan berkebun cabe....